Storial Day 4 : Teman Baru Yang Dikenal

Hai…

Seperti biasa, Desember selalu penuh dengan challenge-challenge refleksi akhir tahun. Meskipun sebagian besar 2020 ini dihabiskan dengan dirumah aja karena pandemi. Namun, pandemi juga banyak membawa perubahan baru.

Salah satunya, meningkatnya kelas-kelas online. Meeting virtual zoom, live sharing, buanyak banget. Sampai rasanya tsunami informasi. Bahkan, TV pun kini kehilangan pamor. Karena sosial media sudah jadi platform buat semua orang yang pengen punya acara.

Continue Reading

Pantulan Warna Melatih Kecerdasan Emosi dan Spiritual

Memasuki zona 3 dari Bunda Sayang. Konsistensi sedang diuji besar-besaran. Aku sih masih semangat mengikuti dan nggak ada niat mundur sedikitpun. Hanya saja, kualitas mengikuti perkuliahan sangat flat. Lagi-lagi, manajemen waktu.

Zona 3 Bunda Sayang ini belajar tentang melatih kecerdasan emosi dan spiritual melalui Family Project. Tema family project sudah ditentukan oleh tim Bunda Sayang, yaitu Menjadi Sahabat Terbaik. Dalam pelaksanaan, bebas mau di create seperti apa dalam menjadi sahabat terbaik.

Tentu saja disini aku memilih Marwa sebagai sahabat. Karena masih berusia balita, tentu dia inginnya aku bermain terus bersamanya. Dalam jurnal, ada poin rencana. Faktanya, aku tidak pernah merencanakan sesuatu. Tiga hari pertama, aku berusaha observasi, kira-kira mau bikin aktivitas apa. Mengikuti flow, nggak sangka Marwa ketagihan dibacakan buku sebelum tidur. Mau tidur siang atau malam, dia minta baca buku.

Aku seperti merasa, menuai apa yang selama ini ku tanam. Merasakan nikmatnya membaca dongeng, bahkan untuk aku sendiri. Mengolah intonasi untuk story-telling. Sampe kepikiran bikin podcast dongeng. Hahaha.

Pantulan warna ini kami disarankan memberi apresiasi untuk sahabat. Sebagai ucapan terima kasih karena mengijinkan kita menjadi sahabatnya. Aku berencana apresiasi itu buku dongeng. Karena, Marwa pernah bilang, pengen punya buku dongeng lagi. Biar nggak itu-itu aja.

Continue Reading

September dalam Cerita

Ternyata, kangen juga tidak cuap-cuap random di blog. Haha. Jangan bosan, ya! Tentu tidak bosan, memangnya siapa yang baca. Haha.

Sebenarnya, aku sudah siapin satu kategori blog yang bahannya lumayan banyak. Tapi, bahan ini terlalu singkat dan pendek. Jadi, lebih baik aku kumpulkan dulu.

Nah, bagaimana kah September ini? 100 hari menuju 2021, lho! Sementara, sepertinya kita masih diminta bersabar karena pandemi. Meskipun buat aku pribadi semakin kesini semakin tidak ada bedanya dan tidak berasa apa-apa. Hehe. Hampir tidak pernah keluar kota. Tidak hobi ke tempat wisata. Kelihatannya hidupku sangat membosankan, ya? Haha. Tau-tau capek dan kadang ingin jadi orang biasa. Haha. Memangnya aku luar biasa? Ngaco!

Nggak, aku bukan luar biasa. Hanya banyak tingkahnya aja. Haha.

Continue Reading

Waktu Luang

Sebagai Ibu yang bekerja, aku pernah dapat ungkapan, ya kamu kan enak, kerja, bisa ketemu temen-temen. Bekerja diluar rumah, bagi Ibu, selalu dianggap bagian dari me time. Padahal, ya, kalo kerja disitu ada kerjaan yang harus selesai atau target yang harus tercapai. Dimana me time-nya?

Makanya, aku suka dengan kutipan Ibu Septi Peni.

Ibu Bekerja. Semua Ibu itu adalah ibu bekerja, hanya beda ranah saja, yang satu memilih bekerja di ranah publik dan satunya memilih bekerja di ranah domestik. Dua-duanya sama-sama membanggakan, sama-sama bisa produktif dan sama-sama harus menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh. – @septi.peni

Continue Reading
1 2 3 12