(Review) UNCENSORED by @olevelove

Saya suka baca, tapi bisa dibilang jarang beli buku. Kalo mau banding-bandingan, banyakan buku suami daripada buku saya. Juga bukan tipikal orang yang menyukai genre tertentu. Fiksi, oke. Non fiksi, nggak masalah.

Baca buku pun nggak pernah mentarget harus selesai. Cuma kayak ngemil-ngemil gitu. Baca 2 halaman, cukup, ganti buku yang lain. Kecuali fiksi yang memang untuk tau isi buku harus dibaca khatam.

Continue Reading

Berkontribusi dalam Membudayakan Literasi


Semenjak menikah dan memiliki anak, sejujurnya, saya dan suami tidak memiliki bagaimana konsep keluarga yang akan kami bentuk nanti. Saya yakin ini juga yang dialami oleh pasangan muda seperti kami. Pasangan muda yang lebih memilih just let it flow dan learning by doing. Faktanya, menikah dan membentuk keluarga perlu bekerja sebagai tim. Dan, kerja tim butuh perencanaan. Tak jarang mereka yang gagal berkeluarga disebabkan karena gagal menjadi tim.

Untuk bekerja dalam tim, komunikasi adalah kunci utama. Komunikasikan segala kesepakatan antara suami dan istri dalam mewujudkan konsep keluarga. Jangan sampai nih, istri berniat memfasilitasi anak dengan buku-buku, namun suami malah menganggap istri menghambur-hamburkan uang.

(Baca : Mimpi Perpustakaan Keluarga)

Keluarga sebagai kultur masyarakat terkecil menjadi penting perannya ketika dihadapkan dengan nasib keberlanjutan generasi. Pemikiran sederhananya, punya anak kan untuk meneruskan keturunan, meneruskan generasi? Tapi, seberapa berkualitasnya generasi yang akan mendatang sangat bergantung dari peran keluarga dan lingkungannya, tim yang lebih besar lagi.

Continue Reading

3 Rekomendasi Tempat Makan di Tulungagung

Dulu, sewaktu kami masih berpacaran, lumayan sering nyobain restoran dan cafe buat nongkrong. Rasanya tiap weekend ada aja list cafe yang pengen dicobain. Meskipun kalo lagi pengen nyari yang enak dan kenyang, langsung aja ke resto favorit. Namun, sayangnya pelan-pelan resto favorit kami itu kok gulung tikar 🙁

Sedih deh kehilangan tempat favorit gitu. Sebutlah, Dapur Kunang-Kunang dipusat kota Tulungagung, saya suka suasananya, dipinggiran jalan, bisa lihat lalu lalang orang. Sesekali juga ada music acoustic. Makanannya juga enak. Bahkan saya pernah menjamu seorang teman dari kota sebelah di Dapur Kunang-Kunang ini. Lha, kok tutup… 🙁

Continue Reading

Fakta tentangku!

Challenge kali ini sungguh narsis! 😀

Tapi, kok lumayan mikir juga saat self-talk tentang fakta diri sendiri. Masa’ nggak kenal sama diri sendiri sih?

Apa karena selama ini terlalu pencitraan? Bikin citra apa memang? 😀

Pretty Introvert

Pretty Introvert ini adalah hasil test dari seberapa introvert saya. Dan, memang benar.

Orang-orang introvert selalu dikenal pendiam, penyendiri, punya dunia sendiri dan nggak banyak omong. Iya, saya memang begitu. Lebih tepatnya, selalu pasang citra begitu.

Tapi, pendapat ini pasti berbeda di teman-teman dekat saya. Justru mungkin mereka tidak percaya kalo saya introvert. Karena omongan saya ceplas-ceplos. Sekalinya omong, pedes dan nyelekit.

Oleh karena itu, disebutlah Pretty Introvert. Saya selalu melihat keadaan dimana saya berada. Jika memang keadaan kurang bersahabat dan kurang menarik minat, maka saya introvert. Jika keadaan menarik minat, saya merasa nyaman, saya tetap introvert juga sih, tapi tipis-tipis gitu. Hahaha 😀

Mendapat nilai terendah bidang Matematika saat UN SMA

Sedih 🙁 Saya masih inget banget nilai 5,65 untuk Matematika di UN SMA. Kalo di sort dari tertinggi ke terendah, itu nama saya barisan paling akhir bawah sendiri 🙁 🙁

Melankolis

Huhuhu saya anaknya gampang mewek, gampang terharu, cengeng banget. Dikangeni suami aja saya terharu. Lihat-lihat foto lama SMA, kemudian inget sekarang masih kompak, mewek. Inget perjuangan bikin skripsi bareng-bareng temen-temen seperjuangan, mewek. Nonton film india, mewek. Film crazy rich asians, mewek. Avenger pun pernah mewek.

Kalo istilah jawa, gembeng!

Kemudian apalagi ya fakta tentang diri saya? Itu dulu deh :p

Continue Reading