Bunda Berkisah #3 : Bintang Kecil

Anak gadis Ibu suka sekali naik odong-odong. Setiap kali selesai mandi, selalu bilang mau jalan-jalan, naik odong-odong.

Ibu selalu bilang, tunggu Ayah pulang kerja ya.

Siang itu terik sekali, si anak gadis merengek minta naik odong-odong.

Ibu bilang, kalau ada matahari, tidak ada odong-odong. Lihat, ada matahari dan langit kan? Odong-odongnya belum ada. Tunggu Ayah dulu ya.

Ayah akan pulang kerja saat ada bulan dan bintang. Namanya, malam.

Ayah telah sampai dirumah, Ayah harus sholat dan makan dulu, baru kita akan naik odong-odong.

Sini, Ibu tunjukkan mana bulan dan mana bintang.

Tengok ke atas, gelap kan? Langit berwarna hitam. Sebelah sana, ada bulatan besar. Nah, itu namanya bulan.

Lihat sekelilingnya, ada yang berkerlap-kerlip, itulah bintang. Jumlahnya banyak sekali. Bisa menghitungnya?

Si gadis kecil menggelengkan kepala tapi mulutnya mulai menyebut satu, dua, tiga.

🌿 🌿 🌿 🌿 🌿

Bintang kecil dilangit yang tinggi

Amat banyak menghias angkasa

Aku ingin terbang dan menari

Jauh tinggi, ketempat kau berada

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Emha Ainun N. Azizah (@inunrzh) on

***

Hari ketiga challenge menulis ini, bertema ‘Bintang’ dan saya belajar menggunakan sudut pandang saya sendiri. Seolah-olah bercerita ke Marwa dengan bahasa sesederhana mungkin.

Momen odong-odong, bulan dan bintang ini terjadi hampir setiap hari. Iya, setiap hari. Setiap sore ketika memakai baju, Marwa selalu bilang, ayo jalan-jalan, naik odong-odong. Kalo sedang senggang, tentu Uti dan Akung akan menurutinya. Namun seringnya, saya larang, biar sama saya dan Ayahnya saja. Kalo kami sedang capek, saya alihkan obrolannya. Berhasil? Berhasil. Tapi esok harinya bicara odong-odong lagi. Hmmm~

Mengalihkan obrolan ini bikin saya seringkali berbohong sama dia. Huhu maafkan! Saya pernah bilang bahwa odong-odong sedang rusak, sedang diperbaiki sama Om-nya. Beberapa hari menancap sekali tentang rusaknya odong-odong ini. Tapi kemudian ingat lagi, apalagi kalo pas lagi jalan-jalan dan dia menemukan odong-odong dipinggir jalan. Dia bilang, lho itu odong-odong. Alamak, Ibu tepok jidat.

Karena odong-odong inilah, Marwa sudah hafal sekali tentang bulan dan bintang. Dia juga pernah ikut ribet bareng Ayahnya saat sedang memotret bulan. Dia juga sudah bisa meneruskan nyanyian bintang kecil. Proud Mommy!

Sekian dulu, sampai bertemu dengan Bunda Berkisah esok hari. Semoga masih semangat dan ide masih mengalir hingga 15 hari kedepan. Doakan!

#Day3

#BundaBerkisah

#PejuangLiterasi

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *