Bertanya Tentang Gaji

Bertanya Tentang

“Mbak, gajinya berapa disana?”

Pernah mengalami pertanyaan kayak gitu? Mereka yang pernah kerja, pasti pernah ngerasain. Entah dari teman, sahabat, orang tua, saudara atau bahkan orang lain.

Gimana perasaannya dapet pertanyaan kayak gitu? Ada yang fine-fine aja dan merasa ‘its OK’ buat terbuka, namun ada juga yang merasa terganggu dan risih. Saya termasuk type yang kedua, saya merasa risih dan terganggu saat ditanya soal gaji. Jangankan gaji saya, ada temen yang cerita kalo dia pernah ditanya tentang gaji sama orang lain, saya langsung celetuk “eh ga sopan banget sih…”

Iya! Buat saya, pertanyaan tentang gaji itu ngga sopan. Mengapa?

1. Its not your business

Terlepas maksud dan tujuan si penanya tentang gaji, sebenarnya mau berapapun, itu bukan urusanmu. Bagi saya, gaji adalah privasi, ibaratnya itu isi dapur saya, kenapa kamu korek-korek? 😀

2. Besarnya gaji bukan ukuran kebahagiaan

Orang yang banyak duit belum tentu bahagia, orang yang gaji tinggi belum tentu bahagia. Begitupun sebaliknya, mereka yang bahagia belum tentu bergelimangan harta.

3. Kebutuhan tiap orang tidak sama

Mereka yang bergaji besar, belum tentu gajinya bakal sisa-sisa setelah kebutuhan hidup terpenuhi. Begitupun mereka yang bergaji kecil, belum tentu selalu merasa kurang dalam mencukupi kebutuhan hidupnya.

Yang artinya, besar kecilnya gaji adalah relatif. Engga tau kenapa saya masih belum sreg aja kalo harus terbuka soal gaji dan harus nyebutin nominal. Kalo pun ada yang tanya saya jawab, cukup buat makan sama senang-senang :D. Bahkan mungkin aja jawaban kita yang santai pun, bisa jadi bahan pikiran yang bertanya.

Dan lagi saya pernah denger ada yang nyeletuk sama seseorang, “Weh… Perutnya buncitan nih, duitnya banyak pasti, keliatan ayem.” Nah apa hubungannya? Bisa jadi perut buncit karena dia abis makan langsung rebahan, atau jarang olahraga kan?

Menurut saya, kalo soal uang, nominal dan gaji, benar-benar sesuatu yang sensitif. Alam pikiran orang siapa tahu, bisa aja mereka berekspektasi berlebihan, menjudge atau bahkan kita adalah media pembelajaran bagi mereka untuk semangat bekerja ataupun lebih mensyukuri hidup. Who knows? Semua kemungkinan bisa terjadi. Daripada orang lain iri sama saya, atau saya iri sama dia, jadi saya memilih untuk ngga blak-blakan soal gaji, saya juga ngga akan nanya besaran gaji. Saya percaya, cara orang menyikapi dan memperlakukan gaji mereka berbeda-beda. Lagi-lagi, hidup adalah tentang bersyukur.

 

 

You may also like

2 Comments

  1. hihi. saya jarang banget dapat pertanyaan berapa gaji saya. bahkan orang tua aja gak pernah nanya loh. Dan emang bener, pertanyaan semacam itu kurang pas aja kalo sifatnya pribadi, maksudnya kalo yang nanya pegawai bank (urusan kredit, misalnya) itu gapapa. tapi kalo cuman mau tau alias kepo, ih bukan urusan lo.

    berarti kita sama ya, tipe yang kedua. 🙂

    1. ortu ku juga ga pernah nanya, Mba. Kalo utk konteks kerjaan, beda lagi, harus jujur kan. Tp kalo buat iseng”an, sorry aja 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *