Balada “Kapan Menikah?”

image

“Kapan menikah?”, pertanyaan serem ya…
Hanya sekedar berbagi, tidak akan mengajari berbagai pilihan jawaban. Tugas para kreatif-kreatif meme itu yaa…
Karena jawaban paling bijak menurut saya adalah “didoakan saja semoga disegerakan”.

Saya hampir seperempat abad hidup sebagai warga dunia dan menjadi bagian didalamnya. Tentu pertanyaan macam ini sering dilontarkan dari mulut-mulut peduli sekaligus mengandung kepo atau mungkin saja sindiran. Alhamdulillah sekarang sudah cukup kebal dengan pertanyaan ini. Selain karena saya sudah menemukan jawaban paling bijak, tentu yang paling penting adalah hati dan pikiran kita selaras dengan apa yang kita jawabkan tadi.

Kenapa harus terburu-buru menikah? Sebagai perempuan urusannya tidak cukup macak, masak, manak (dandan, masak, beranak). Semua perempuan pasti akan menjadi ibu rumah tangga, entah plus dengan karir atau bahkan dengan bisnis. Karena itulah seorang ibu rumah tangga hendaklah memiliki bekal-bekal pengalaman yang sedemikian luasnya. Kenali dirimu, hobimu, cita-citamu dan berkelanalah. Berkelana bukan hanya tentang travelling, namun terjun untuk pengalaman dan ilmu-ilmu baru.

Apakah lantas dengan menjadi istri dan ibu rumah tangga tidak bisa mendapatkan pengalaman? Tentu tidak. Menjadi istri dan ibu rumah tangga pun adalah pengalaman. Namun menurut saya menjadi istri dan ibu rumah tangga adalah persoalan menunggu waktu yang tepat, sesuatu yang tidak dipaksakan, dan berbeda bagi satu per satu lainnya. Berbeda dengan pengalaman, membutuhkan kebulatan tekad akan pilihan.

Apa saya bicara begini karena saya single dan frustasi? Salah. Saya bicara begini karena saya bukan seorang single. Karena saya masih memiliki keinginan-keinginan yang ingin saya capai sebelum saya mengabdi kepada suami dan anak saya kelak.

Untuk yang single, senantiasalah berdoa memohon kepada-Nya untuk segala sesuatu di waktu yang tepat, entah jodoh maupun rezeki. Sembari senantiasa memantaskan diri. Jika jodohmu tak kunjung datang, maka ketahuilah bahwa kau sedang diinginkan untuk menyelami ilmu dan pengalaman di dunia ini sebagai bekal mu kelak. Tetaplah bersyukur.

Tulungagung, 17 September 2015
With love,
Inun

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *