3 Tips Mengenalkan Kebiasaan Membaca

Semenjak jualan buku, (((yailah jualan buku lagi))), ya habis gimana dong, ternyata jualan buku ini kok makin kesini makin seru. Hahaha. Seru soalnya saya nyampah mulu ya di status Whatsapp, buku lagi buku lagi. Maafkan. Jangan bosen ya, bukunya warna warni kan, lucu kan, makanya beli dong. (((teteup promosi)))

Iya, jadi semenjak jualan buku ini saya juga mendapat cerita-cerita menarik dari teman-teman yang pernah beli. Mereka yang tertarik, kemudian beli, temennya yang lain kepincut, beli deh di saya. Ah rasanya, bahagia sekali. Terima kasih banyak. Ada juga yang curhat kalo anaknya lebih suka gadget daripada buku, tapi kemudian nggak beli buku. Ya nggak apa-apa kok. Nggak dapat orderan, tapi dapat ide menulis. Terima kasih banyak juga. Hahaha.

(Baca juga : Anakku lebih suka gadget)

Jadi, ini ada 3 tips mengenalkan kebiasaan membaca dari saya yang mulai bisa dilakukan. Sebelumnya, disclaimer dulu, anak saya belum yang terbiasa banget, masih sama-sama berproses juga. Jadi, ayo berusaha bareng-bareng…

Beri Contoh

Tentu masih ingat kata-kata kalo anak-anak adalah peniru ulung. Ia akan mudah menirukan apa yang kita lakukan dan ucapkan. Hal itu juga berlaku untuk kebiasaan membaca. Darimana dia akan tau aktivitas membaca buku jika kita sebagai orang tua tidak memberi contoh membaca buku? Bagaimana bisa kita berharap anak menyukai membaca buku sementara kita sebagai orang tua tidak suka membaca buku?

Jadi, nggak ada salahnya lho kalo kita sebagai orang tua mulai menyukai membaca buku juga, bukan hanya untuk memberi contoh kepada anak, tapi juga untuk diri sendiri.

Kalo membaca lewat ebook gimana? Ya nggak apa-apa kalo tujuannya pengen anak membaca ebook juga. Hihihi. Dibikin slow aja sih :p

Kalo dirumah nggak punya buku gimana? Kalo ini sih kok rasanya sulit dipercaya kalo dirumah nggak ada buku sama sekali. Hahaha. Koran bekas ada kan?

Beri Fasilitas

Dirumah nggak ada buku sama sekali, nggak ada koran bekas atau majalah bekas, gimana dong?

Main-mainlah ke Perpustakaan! Ini fasilitas gratis yang bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Perpustakaan nggak diciptakan untuk orang-orang kutu buku kok. Perpustakaan bukan hanya fasilitas umum untuk kepentingan membaca dan mencari informasi, tapi juga arena sosialisasi anak yang aman.

Dulu waktu saya masih lajang, saya sering ke perpustakaan, dan membaca di arena anak-anak itu nyaman sekali. Bisa selonjoran, mejanya pendek dan lebih dingin. Di perpustakaan anak akan belajar untuk fokus, konsentrasi, juga menjaga sopan santun. Karena di perpustakaan akan banyak ditemui orang yang membaca, juga bagaimana menjaga ketenangan saat belajar.

Tentunya untuk main ke perpustakaan ini perlu diperhatikan juga usia anak. Jika masih usia-usia tantrum, saya nggak menyarankan kok.

Kalo nggak punya waktu untuk main ke perpustakaan, main saja ke toko buku dan beli satu. Hahaha.

Sediakan dan fasilitasi anak dengan buku supaya dia akrab dengan buku. Mau buku apapun ya terserah. Karena tujuannya akrab dan terbiasa. Kalo sudah akrab, kemungkinan menyobek atau merusak itu kecil sekali lho.

Biasakan Membaca

Masih bayi kok diajak membaca, memangnya ngerti? Dia mungkin tidak mengerti apa yang kita bacakan, tapi dia mengenali suara kita.

Masih balita, mana paham dia bacaan? Dia mungkin tidak paham bacaan, tapi dia paham akan gambar.

Kalo kita sudah mampu memberi contoh memegang buku, membaca buku, dirumah pun tersedia buku. Kita bisa mulai membiasakan untuk membaca buku. Jika terlalu susah untuk membaca setiap hari, ya seminggu sekali saja, setiap akhir pekan. Tak perlu lama, cukup 10-15 menit.

Duh, keburu bosan anaknya? Tak apa! Pekan depan coba lagi.

Membaca disini nggak harus selalu buku yang banyak tulisan. Buku anak tentu akan lebih banyak gambarnya, bagaimana membacakannya? Bercerita. Ceritakan dan tunjukkan apa yang tertera di buku.

Membentuk kebiasaan baik selalu butuh waktu, tidak instan. Mengenalkan kebiasaan baik sejak dini juga cenderung lebih mudah daripada saat dewasa nanti kita berharap kebiasaan itu muncul sendiri. Karena semua perlu latihan, jika terlatih tentu akan terasa mudah bukan?

Jika hari ini kita belum menuai hasilnya, yakin saja hasilnya akan dituai saat dia dewasa nanti. Literasi adalah tentang kemampuan bertahan hidup. Saya percaya ketika anak punya kebiasaan membaca dan melek literasi, dia akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan dimanapun dan kapanpun mereka berada.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *