3 Kutipan Favorit Tentang Pernikahan

Sejak menikah, aku mengakui banget kalo hidup orang dewasa itu rumit. Oleh karena itu, aku belajar berhenti mempertanyakan, kok dia begitu sih? Kok dia bisa begini? Dan lain-lain.

Apalagi baca Quora, gaes, Oh My God, segala kerumitan dan problematika hidup yang kadang tak terbayang, ada yang mengalami. Sering banget aku baca Quora itu nangis karena uwuuu, nangis karena ikut merasa kecewa, nangis karena sedih, geram karena marah, segala emosi lah. Pokoknya Quora itu banyak membuka mata tentang kehidupan. Baca sendiri dan jangan coba-coba iseng screenshot kemudian menyebarkan. Disana banyak konten, tapi tidak untuk direproduksi ke platform lain.

Nah, balik lagi soal pernikahan. Ada beberapa kutipan yang dulu awalnya ah apaan sih, sekarang benar-benar aku resapi maknanya bahkan aku jadiin pegangan.

20200615_094109_0000

Kutipan Tembang Asmarandhana ini bisa dibilang kutipan pertama pernikahan yang aku tau dan aku pelajari maknanya. Kemudian jatuh cinta. Saking jatuh cintanya, aku mengutipnya untuk aku pasang di label ucapan terima kasih waktu pesta pernikahan. Kutipan ini hanya satu bait dari Tembang Asmarandhana. Ada banyak bait dari tembang ini berbicara tentang cinta kasih.

Kurang lebih arti dalam Bahasa Indonesia seperti ini, sebab orang berumahtangga bukan harta bukan rupa, hanya hati permulaannya. Sekali menikah akan menjadi seumur hidup. Bila takdir jodoh, semua akan terasa mudah dan lancar. Bila belum takdir jodoh, akan sangat sukar terlaksana. Tak bisa dibeli dengan harta.

Yhaaa~ kalo nggak berawal dari hati, menghabiskan hidup dengan orang yang sama itu akan membosankan. Harta bakal kalah sama keadaan, kayak tiba-tiba pandemi begini. Rupa bakal kalah kalo nggak pake skincare. Hahaha. Kalo pake hati, makan pake tempe juga rasa steak. (((steak tempe)))

20200615_094109_0001

Kutipan ini baru aku dapat beberapa bulan yang lalu. Salah seorang teman di Facebook membagikannya. Kemudian, aku berselancar tentang kutipan ini. Dalem banget!

Nggak dipungkiri, ya, kalo sudah menikah rasanya keinginan untuk cepat memiliki segala sesuatu itu sangat menggebu. Entah duniawi atau lainnya. Seolah-olah, kalo kita tidak segera memiliki, nampak jalan ditempat. Kepemilikan akan sesuatu seolah menjadi pencapaian.

Padahal, ya namanya perjalanan. Setiap rumah tangga punya tujuan masing-masing. Dinikmati aja perjalanannya, nggak perlu terburu-buru.

Suami yang berperan mencari nafkah, kadang dituntut ini itu. Kutipan ini menampar aku sebagai istri, apa yang sudah aku lakukan untuk mendukung suamiku mewujudkan apa yang jadi keinginan kita? Utamanya, ikhtiar rohani dan spiritualitas. Hayo lho ~

20200615_094109_0002

Nah, yang terakhir, yang mungkin tidak relate bagi beberapa orang. Hahaha. Aku dapat beberapa tahun yang lalu. Cuma mengendap di screenshot. Tapi, kemudian diingatkan lagi setelah nonton Youtube Melaney Ricardo sama Raffi-Nagita. Kok?

Jadi, di Obrolan Melaney itu, Melaney bilang, banyak orang memprediksi pernikahan Raffi-Nagita nggak akan sampai 5 tahun. Nyatanya, mereka baru merayakan anniversarry yang kelima. Terlepas dari bagaimana kenyataannya, ya, Nagita bilang dia nggak tau password handphone Raffi dan nggak pernah cek handphone Raffi. Yhaaa, semua orang tau gosip-gosip tentang Raffi lah.

Ya itu kan Nagita, banyak kali yang ngantri misal nggak sama Raffi lagi.

Bukan itu poinnya, menurutku. Poinnya adalah tidak cek handphone adalah bentuk usaha Nagita untuk mempertahankan pernikahannya. Fokus pada bahagianya, bukan cari masalah. Apalagi, kalo nggak siap isi handphone pasangannya.

Ya sekelas Nagita memang nggak perlu insekyur.

Siapapun nggak perlu insekyur kalo paham self-love.

Ngomong enak, jalanin susah.

Sepertinya, memang tidak ada pernikahan yang enak. Semua punya kerikil tajam, punya ups and downs, punya manis dan paitnya. Kalo kata Nagita sih, lu masih mau nggak? kalo masih mau, ya terima konsekuensinya. Amung ati pawitane, ya, kan?

Ah, pasangan aku terbuka kok. Aku tau password-nya, bebas cek-cek, dan kita bahagia aja.

Yhaaa~ makanya aku bilang, ini tidak relate sama semua orang, maemunah! *kok jadi nge-gass?

So, kutipan favoritmu soal pernikahan apa? ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.