3 Cara Sederhana Membangun Kedekatan dengan Anak untuk Orangtua Bekerja

Orangtua yang sibuk dengan pekerjaan pasti akan dihadapkan dengan problem kedekatan dengan anak. Waktu yang tersita dengan pekerjaan, belum lagi kalo capek, giliran sama anak ketiduran atau malah kesal. Padahal, anak butuh kehadiran orangtua. Membangun kedekatan dengan mereka adalah penting.

Bagaimana membangun kedekatan atau bonding dengan anak untuk orangtua yang bekerja? Terlebih keduanya, yaitu Ayah dan Ibu. Ini aku banget. Kami berdua bekerja dengan office hour 8 to 4. Seringnya, lebih dari itu, terutama suami yang sering lembur. Malam selepas kerja, kami cuma punya waktu 2-3 jam untuk menemani Marwa. Esok harinya, Marwa akan ikut ritme kami lagi.

Saat akhir pekan, terkadang kami cukup penat untuk lihat jalanan lagi. Akhirnya, banyak dirumah. Meskipun, nanti berujung pergi, tapi memilih jarak dekat.

Nah, siasat apa yang kami sepakati untuk tetap membangun kedekatan dengan anak?

Banyak cerita dan ngobrol

1579243970101

Kalo capek banget buat main-main, banyakin cerita dan ngobrol adalah jurus kami. Tinggal leyeh-leyeh diatas kasur, kami ngobrol. Ayah tiduran, aku kadang sambil lipat-lipat baju, Marwa juga goleran. Cerita apa? Apa aja! Yang paling sering, soal aktivitas kami seharian atau kemarin-kemarin.

Berkat cerita-cerita ini, Marwa sudah paham dimana Ayahnya bekerja, alamat kantornya, ada hiburan apa disana. Dia juga paham dimana Ibu bekerja, ada apa dikantor Ibu. Dia juga cerita tadi ngapain aja, sama siapa, ada apa aja. Untuk usia menuju 3 tahun, aktif tanya dulu sih. Biar tidak terkesan diintimidasi, kami juga cerita.

Menciptakan Aktivitas Bersama

1579244077950

Seorang Ibu bisa bonding melalui menyusui, bagaimana dengan Ayah? Bikin aktivitas bersama! Kalo masih bayi, bisa dengan menggendong, ya. Kalo sudah agak gede, ya harus kreatif menciptakan aktivitas bersama. Bisa dengan olahraga bareng, menemani bermain bola, belajar bersepeda atau menggambar bersama.

Pengalaman kami, menggambar bersama menjadi aktivitas asyik bertiga. Kami punya beberapa sketchbook yang isinya nano-nano. Karena kami menggunakan bersamaan, halaman satu untuk Ayah dan satunya Marwa. Entah sudah habis berapa buah. Kami juga punya cat air yang bebas digunakan untuk Marwa.

Aktivitas bersama ini bisa bergantung banget apa hobi kedua orangtua. Jadi, orangtua punya hobi itu penting. Hobi itu membahagiakan, efeknya menemani anak dengan bahagia pula.

Baca juga : 3 Tips Mengenalkan Kebiasaan Membaca

Jadwal Akhir Pekan

1579244028307

Buatlah jadwal akhir pekan yang disepakati bersama. Bisa sebelumnya berunding dengan seluruh anggota keluarga, terutama anak. Karena jadwal akhir pekan adalah melayani anak, maka tujuannya adalah memenuhi kebutuhan anak.

Jadwal akhir pekan ini bisa bermacam-macam, pergi makan malam, pergi ke taman atau playground, ke tempat wisata atau mengunjungi sanak keluarga lain.

Pada dasarnya, 3 cara sederhana ini sama, yaitu bagaimana kita hadir sepenuhnya untuk anak. Antara fisik, hati dan otak selaras untuk konsentrasi ke anak. Seperti apa eksekusinya, sangat bergantung dengan kreatifitas dan keunikan keluarga.

Ada beberapa keluarga yang hobi berkemah, bisa jadi mereka jarang makan bersama di restoran, tapi selalu punya jadwal untuk berkemah setiap bulan. Ada beberapa keluarga yang hobi staycation, ya mereka nggak ngapa-ngapain cuma tiduran aja, tapi dengan suasana yang berbeda.

Membangun kedekatan dengan anak itu memang harus dipaksa jika fokusnya pada kualitas. Karena secara genetik sudah pasti dekat sih, tapi secara emosional perlu diusahakan. Istilahnya, ya memang harus diciptakan, nggak bisa ujug-ujug. Apalagi kalo merasa berduit, kemudian apa-apa kemauan anak bisa dituruti, bukan berarti dekat juga, kan? Banyak lah contoh kasus anak kesepian gitu.

Semoga kita nggak disibukkan dengan cari duit aja buat anak, tapi juga bisa hadir secara penuh untuk mereka. Jadi, sudah kepikiran family time ala keluargamu?

You may also like

11 Comments

  1. Ngobrol bersama dan mengisi akhir pekan bersama itu bener efektif Mba. Sudah membuktikan soalnya… hehehehe

  2. Dulu pas masih bekerja, setiap minggu pasti ajak anakku pergi. Entah ke taman atau ke tempat wisata. Kita main bareng disana dan ngobrol apa aja. Sekarang udah jadi full time mom, jadi bisa pergi2 kapan aja hehe.

  3. Suami saya kerja sistem roaster 10 minggu di luar pulau, 2 minggu libur di rumah. Selama suami libur, otomatis segala aktivitas anak langsung nemplok ke Ayahnya. Begitu pula saat suami di tempat kerja, at least 1-2 hari sekali berusaha VC ke anak-anak. Bounding itu memang perlu kita bangun, kita usahakan

  4. terimakasih sharingnya mba, pelajaran buat yang sudah punya anak atau belum ni. memang kita bisa medeketkan diri ke anak, dengan cara main misalnya 😀

  5. Saat menikmati kebersamaan dengan anak-anak, rasanya waktu cepat berputar, karena begitu menikmati kehangatan bersama.

    Untuk bonding saya sih lebih sering di rumah dan bermain bersama.

  6. Perjuangan banget ya mbak. Tapi ya gimana, kalau nggak dilakukan kasihan juga anaknya. Kalau udah gedhe terus jadi abai ke kita juga ngenes. Sementara waktu juga nggak bisa diulang lagi.

    Capek pastinya. Tapi semoga semua capek itu dibayar pahala di sisi Allah.

  7. Wahh, aku suka banget mbaa sama stetementnya yang kedekatan dengan anak itu harus dipaksa jika fokusnya pada kualitas. Karena, meski dekat secara genetik, belum tentu secara emosional orang tua dan anak bisa dekat. Ahh, deeply banget ya mba advicenya dan juga tipsnya. Aku jadi terharu, lalu jadi pengen staycation akhir pekan bareng keluarga kecilku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.