2019 dalam cerita

Hai… terasa nggak terasa 2019 sudah mau habis, ganti ke 2020. Saatnya bikin folder baru. Kira-kira mau diisi apa, ya? Banyak rencana pastinya.

Tahun 2019 ini cukup berat secara mental dan emosi buatku. Nggak kehitung berapa kali aku menghabiskan jalanan untuk nangis, untuk marah dan meluapkan semua emosi negatif. Pernah beberapa kali lost control juga. Semua masih teringat jelas, takut jika terulang, tapi nggak mau juga kalo harus terulang. Menuju akhir tahun pun begitu. Meskipun berat, menjadi perjalanan spiritual tersendiri buatku.

Banyak pelajaran yang bisa diambil. Salah satunya, tentang kesendirian. Mau seramai apapun, mau seceria apapun, mau sebahagia apapun. Sebenarnya, kita sendirian. Bahagia, sebahagia apa? Ya cuma kita sendiri yang tau, cuma kita sendiri yang tau sehebat apa bahagia itu bagi kita. Kita sendirian dalam alam rasa dan pikiran kita.

Aku juga belajar tentang berharganya kesempatan dan sederhananya syukur. Mau seberat apapun bahu memikul beban, ketika kamu masih terbangun di pagi hari, itu artinya, kamu masih diminta berjuang. Ketika masih diberi kesempatan membuka mata di pagi hari, itu artinya kamu masih diminta memperbaiki kesalahan. Ada quote menarik dari Teh Fufu, bahwa masalah tak pernah salah bahu. Jadi, ya, cukup rasanya mempertanyakan, kenapa begini sih? Kenapa harus aku? Jawabannya, karena kamu pasti bisa melaluinya.

Bahagia datang, masalah berlalu, rasanya cukup mengingatkan bahwa roda itu benar berputar. Tak ada yang sifatnya permanen didunia ini, benar-benar semuanya sementara. Nggak ada yang bahagia terus menerus, kadang ia perlu pergi sejenak, berganti kecewa atau marah. Berganti lagi, begitu seterusnya. Aku jadi belajar lebih mindful juga. Belajar untuk lebih menikmati apa yang terjadi, tidak sibuk merencakan esok atau menyesali kemarin. Apa yang ada, apa yang sedang terjadi, fokus dan nikmati. Itu saja.

Wow, cukup ya mellow-yellow, sedikit flashback untuk pencapaian, yuk!

Komunitas, Bertemu Orang Baru!

Awal tahun 2019 kemarin aku buka dengan terbitnya antologi pertama dan gabung ke komunitas Ibu Profesional. Siapa sangka, Ibu Profesional benar-benar membuatku terkesima sehebat itu. Merasa hidup benar-benar terasa manfaatnya, bertemu dengan orang yang benar-benar baru, mereka punya keahlian dan cerita-cerita yang super great!

Beneran aku nggak bohong, Ibu Profesional membawa banyak perubahan dalam hidup. Termasuk beberapa rencana tentang mengisi hidup, menyalakan kreatifitas dan membuka kolaborasi. Terlebih dengan suami. Kami excited sekali menyambut 2020, btw! 😀

Ibu Profesional bukan hanya tentang pengasuhan. Apalah aku yang working mom sering di judge karena nitipin anak ke Neneknya. Hahaha. Lebih sering share soal hobi dibanding share foto anak. Kesannya, lebih egois, cuma fokus sama diri sendiri, ketika yang lain sayang-sayang sama anak. Hahaha. Nanti lah soal Marwa aku cerita di post sendiri saat nanti dia usia 3 tahun.

Ibu Profesional juga membantu aku untuk lebih percaya diri explore hobi dan passion. Aku berani handle grup Whatsapp, bikin program online. dan yang terakhir aku memutuskan ikut andil mengemban amanah untuk Komunitas Ibu Profesional.

Banyak, ya, cerita soal Ibu Profesional, baca-baca sendiri disini deh.

Kadang susah dipercaya kalo aku berani gabung komunitas, berani meet up sama orang baru, ngobrol dan cerita. Lima tahun yang lalu, aku adalah orang yang takut keluar dari zona nyaman. Sekarang, aku merasa punya banyak teman dengan frekuensi yang sama.

Finansial dan Ekonomi

Tahun ini aku berhasil mengatur keuangan keluarga dengan baik, sangat baik kalo mau dibilang sombong. Hahaha. Bukan karena apa yang kami punya, tapi lebih karena kami tau kemana uang kami. Kami pandai mengontrol diri. Kami membentuk habit dan mengatur mindset.

Memang sih tahun ini kami diminta untuk bertahan, bertahan dan bertahan. Efek positifnya, skala cukup bagi kami jelas. Dengan begitu, semua mimpi besar kami rasanya sanggup dan bisa diraih. Tau usahanya seperti apa, karena takaran yang kami terima dan olah, sesuai pada porsinya. Bismillah ~

Apalagi, disusul berita baik dari suami di akhir tahun ini, rasanya mimpi yang besar beneran akan nyata. Buah dari kesabaran juga munajat kami. Nggak bosen bilang alhamdulillah dimanapun dan kapanpun.

Pokoknya di akhir tahun ini, kami bersyukur banget bisa melewati, bahkan ditutup dengan sangat istimewa. Dengan perjalanan beberapa bulan terakhir, terbukanya pintu-pintu lorong yang akan menemani perjalanan kami kedepan, bahkan mungkin hingga tua nanti. Inshaallah. Aamiin ~

Terima kasih, 2019!

Lady Gaga Thank You GIF by RuPaul's Drag Race - Find & Share on GIPHY

Tahun 2019 adalah tahun terpadat dari tahun sebelumnya. Sisi kreatifitas aku benar-benar diasah dan mengalir tanpa bisa dibendung. Banyak ide ini, itu, sebagian terealisasi, sebagian lagi butuh konsistensi dan harus berani kolaborasi. Rasanya, tidak ada satu hari di 2019 yang terlewat sia-sia, semua punya cerita dan pelajaran hidup.

Baca : Renungan sebagai Blogger

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.