Mencintai Diri Sendiri (Self Love)

Oktober ini, komunitas kesayangan, Ibu Profesional Kediri Raya punya program baru dengan tim baru. Beberapa anggota tim adalah teman-teman angkatan matrikulasi 7. Salah satu program baru itu adalah TnT, tips n trick seputar wanita dan keluarga.

Tema TnT pertama yang disodorkan pagi ini adalah Self Love. Tema yang sangat menggugah semangat para perempuan dan ibu-ibu. Karena tema self love ini sering banget digaungkan baik di dunia nyata maupun dunia maya. Mungkin dikarenakan nggak semua perempuan paham tentang pentingnya self love ini, ya. Padahal, self love ini sifatnya sederhana, namun susah juga ditemukan. Bahkan definisinya pun berbeda bagi tiap orang.

Apa kata teman-teman saya soal mencintai diri sendiri?

Continue Reading

Resolusi dan Target Postingan

Wah terasa nggak terasa udah Oktober aja. Jadi ngulik-ngulik lagi nih kemarin bikin resolusi apa ya? Alhamdulillah bikin resolusi secara tersirat di blog ini, yaitu ngirit dan diet. Haha.

Baca : Cerita 2018

Ngirit berhasil dong. Indikatornya, tabungannya gerak nambah secara rutin. Bangga deh sama diri sendiri bisa konsisten ngisi pos tabungan dengan tepat waktu. Efeknya, benar-benar jadi kebiasaan untuk nyisihin di awal, sesaat setelah terima gaji. Nggak pake nunggu-nunggu kalo ada sisa. Alhamdulillah.

Continue Reading

(Review) UNCENSORED by @olevelove

Saya suka baca, tapi bisa dibilang jarang beli buku. Kalo mau banding-bandingan, banyakan buku suami daripada buku saya. Juga bukan tipikal orang yang menyukai genre tertentu. Fiksi, oke. Non fiksi, nggak masalah.

Baca buku pun nggak pernah mentarget harus selesai. Cuma kayak ngemil-ngemil gitu. Baca 2 halaman, cukup, ganti buku yang lain. Kecuali fiksi yang memang untuk tau isi buku harus dibaca khatam.

Continue Reading

Berkontribusi dalam Membudayakan Literasi


Semenjak menikah dan memiliki anak, sejujurnya, saya dan suami tidak memiliki bagaimana konsep keluarga yang akan kami bentuk nanti. Saya yakin ini juga yang dialami oleh pasangan muda seperti kami. Pasangan muda yang lebih memilih just let it flow dan learning by doing. Faktanya, menikah dan membentuk keluarga perlu bekerja sebagai tim. Dan, kerja tim butuh perencanaan. Tak jarang mereka yang gagal berkeluarga disebabkan karena gagal menjadi tim.

Untuk bekerja dalam tim, komunikasi adalah kunci utama. Komunikasikan segala kesepakatan antara suami dan istri dalam mewujudkan konsep keluarga. Jangan sampai nih, istri berniat memfasilitasi anak dengan buku-buku, namun suami malah menganggap istri menghambur-hamburkan uang.

(Baca : Mimpi Perpustakaan Keluarga)

Keluarga sebagai kultur masyarakat terkecil menjadi penting perannya ketika dihadapkan dengan nasib keberlanjutan generasi. Pemikiran sederhananya, punya anak kan untuk meneruskan keturunan, meneruskan generasi? Tapi, seberapa berkualitasnya generasi yang akan mendatang sangat bergantung dari peran keluarga dan lingkungannya, tim yang lebih besar lagi.

Continue Reading
1 2 3 33