Bunda Berkisah #1 : Rumah Mbak Nesha

Seperti biasa, setiap akhir pekan, Ibu dan Ayah mengajakku bepergian dengan motor. Meskipun seringnya aku tertidur dijalan.

Sabtu sore itu, Ibu bilang, kita akan pergi kerumah Mbak Nessa.

Mbak Nessa itu yang mana ya? Pikirku.

Mbak Nessa itu rumahnya dekat dengan Tante Manda, kata Ibu. Mbak Nessa juga berambut panjang, katanya. Sesampai dirumah Tante Manda, Ibu bertanya ke Tante Manda, Mbak Nessa mana, ini Marwa mau main.

Mbak Nessa keluar dari rumah dan membawa bola. Aku senang sekali. Mbak Nessa meminjamkan bolanya padaku, tapi Mbak Nessa tidak ikut bermain. Aku hanya bermain dengan Tante Manda.

Lalu, Mbak Nessa masuk kerumahnya lagi. Dia meminjamkan mainan squishy padaku, berbentuk kodok. Ibu bertanya, bilang apa sudah dipinjami? Aku berucap terima kasih. Squishy itu lucu sekali, dan aku ingin memilikinya. Tapi kata Ibu, itu pinjam jadi harus dikembalikan.

Kapan-kapan boleh main lagi kerumah Mbak Nessa. Mbak Nessa baik dan benar kata Ibu, rambutnya panjang.

Continue Reading

Jalan-jalan ke Penangkaran Rusa Maliran

Idul Adha kemarin adalah kali pertama saya bawa Marwa ke masjid. Meskipun Idul Fitri kemarin dia sudah bisa jalan dan diajak komunikasi juga lancar, tapi saya mengurungkan niat mengajak dia ke masjid. Sholat Idul Fitri biasanya lebih ramai dan sesak, kalo Marwa cranky saya males aja sama pandangan-pandangan jamaah lain. Nah, Idul Adha ini saya jauh lebih siap bawa Marwa ke masjid. Semalam sebelumnya sudah sounding berkali-kali, besok ikut sholat ya, duduk yang manis, bangun pagi lho. Dia jawab dengan “Allahu Akba?” sambil gerakan tangan sedekap.

Pagi harinya, dia bangun jam 6, itupun saya bangunin trus gedabrukan mandiin, ngga pake sisir rambut langsung pakein mukena dan gendong, berangkat. Sesampai di masjid, udah disiapin space sama Ibu Mertua di pinggir, biar kalo cranky bisa langsung angkat dan pulang. Ternyata, Marwa manis sekali. Jalan-jalan sih iya, cuma nggak sampe teriak-teriak ato lari-larian. Sama sekali nggak ganggu jamaah lain. Ibu bangga deh!

Continue Reading

Terlalu Membekas (Fiksi)

“Malam, De. Aku mau nanya nih, dulu kamu nikah pake cincin palladium ya? Pesen dimana?”

Hah. Siapa nih malam-malam nanya soal cincin kawin. Cek foto profilnya ah. Serius dia?

***

“Aku berharap banget sih dia nikah sama orang yang nggak kita kenal. Serius, nggak siap bapernya. Siapapun dia pasti beruntung banget jadi istrinya.” ceritaku malam itu ke Hana.

“Hust… siapapun itu pasti beruntung kalo menikah, ketemu jodoh, udah digariskan dari sana-Nya.” Hana bernasehat.

***

Continue Reading

Pekan Menyusui Sedunia 2018

Hai Ibu-Ibu menyusui…

Setiap tahunnya selama tanggal 1-8 Agustus diperingati sebagai Pekan Menyusui Sedunia (World Breastfeeding Week). Tahun lalu, pekan menyusui bertepatan dengan Marwa memasuki MPASI. Wow senang banget, karena akhirnya dia lulus 6 bulan pertama, 95% ASI eksklusif, karena 5%-nya ada susu bubuk. Hahaha.

Bagaimanapun saat itu, saya patut berbangga diri. Karena itu adalah penghargaan terhadap diri saya sendiri, ternyata saya tidak mudah menyerah untuk urusan ASI. Hingga kini, pekan menyusui kali ini bertepatan dengan Marwa genap 18 bulan (1,5 tahun) dan saya memutuskan berhenti pompa ASI. Setelah masuk 12-13 bulan kemarin, saya cuma pompa sekali dalam sehari. Sekarang, saya sudah nggak bawa coolerbag lagi saat bekerja.

Continue Reading

Menyusui Butuh Tim Kerja

Kalo urusan kerja, yang namanya tim sudah pasti. Saya seruangan itu bertiga, kami adalah teamwork. Saya bagian ngurusi alur keuangan, seorang lagi bagian perpajakan dan seorang lagi bagian pembayaran unit. Kunci dasarnya adalah komunikasi. Apa-apa kita harus komunikasi, saling cross-check satu sama lain, satu sama lainnya juga saling back-up. Back-up dalam artian, jika salah satu ada yang nggak masuk, kita bisa handle. Tentu saja, bukan handle secara keseluruhan. Tapi masing-masing kita paham job-desc satu sama lain, jadi kalo ada keperluan apa kita masih bisa saling bantu. Kalo yang berat-berat, ya nunggu yang bertanggungjawab masuk. Nggak cuma urusan handle satu sama lain, tapi juga teman diskusi.

Disinilah kenapa harus paham job-desc satu sama lain. Kalo ada yang kesulitan, kita bisa diskusi dan kasih saran. Kalo urusan kemampuan jangan ditanya, kedua rekan kerja saya berpengalaman semua. Semua juga semakin mahir seiring berjalannya waktu.

Continue Reading
1 2 3 18